Dosen Jatim, Pengirim Terbanyak Proposal Penelitian Dikti

Senin, 29/07, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi wilayah VII menggelar acara kegiatan workshop peningkatan kapasitas peneliti muda dan klinik peningkatan mutu usulan penelitian dosen pemula perguruan tinggi angkatan IV .

Acara yang diselenggarakan di Aula Utama gedung A Universitas Islam Lamongan ini diikuti oleh 55 orang peserta yang terdiri dari peneliti muda (dosen) dan juga jajaran rektorat serta dekanat.

Dalam sambutannya, Prof. Suprapto, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, mengatakan bahwa untuk berhasil memenangkan Hibah Penelitian Kemenristekdikti, setiap Dosen harus memiliki niat yang kuat untuk menyusun proposal. Tanpa niat yang kuat, meski memiliki keterampilan penelitain yang baik, seringkali dosen terbentur pada kendala tugas-tugas akademik yang lain. Tidak mengapa, proposal penelitian lama yang belum dilaksanakan, bisa diubah format penulisannya sesuai dengan pedoman hibah tahun 2019.

“Seandainya diizinkan, saya masih sangat berkeinginan untuk membimbing maupun memandu para dosen bisa memenang kompetisi hibah Dikti ini, karena sebenarnya mereview penelitian adalah pekerjaan saya sebelumnya, apa daya sekarang karena jabatan sebagai kepala LLDIKTI VII, hal itu tidak diperbolehkan,” canda Prof. Suprapto.

Lebih lanjut, Prof. Suprapto juga mengungkapkan rasa apresiasinya kepada dosen-dosen di lingkungan LLDIKTI VII terkait besarnya minat dosen mengirimkan proposal penelitiannya ke Dikti. ” Setiap tahun, Dosen PTS dan PTN Jawa Timur adalah pengirim terbanyak proposal hibah penelitian ke Dikti, saya bangga sekaligus mengajak saudara untuk mempertahankan prestasi ini”

Penelitian bagi Dosen Pemula, dimaksudkan sebagai kegiatan penelitian dalam rangka membina dan mengarahkan para peneliti pemula untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan penelitian di perguruan tinggi, disamping penelitian juga merupakan salah satu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh dosen.

Pentingnya penelitian dalam dunia pendidikan tinggi (dikti) sendiri didasari oleh data bahwa hanya 12 persen dari publikasi penelitian sosial tentang Indonesia dalam peerreviewed jurnal internasional yang ditulis oleh penulis Indonesia. Sementara total jumlah publikasi ilmiah Indonesia masih jauh tertinggal dari Malaysia dan Singapura.

Untuk itu, kegiatan seperti Workshop peningkatan kapasitas menjadi salah satu solusi/cara dalam menumbuhkan minat dosen untuk melakukan penelitian. Agar kedepan semakin banyak penelitian-penelitian yang dihasilkan oleh Dosen muda khususnya.

Jurnalis            : M. Yepta Adiarta

Editor              : M. Yepta Adiarta

Publisher         : M. Yepta Adiarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>