Meriah, Kuliah Umum Pascasarjana Unisla Dihadiri Konsulat Jendral Amerika Serikat

Kuliah umum pascasarjana Universitas Islam Lamongan dengan Tema Agama dan Plurlisme “ Fondasi Kemajuan Bangsa” berlangsung meriah.

Narasumber kegiatan kuliah umum ini langsung didatangkan dari Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Maryia Kelly, MA selaku public Affairs Officer.

Acara yang di gelar di Aula Utama Universitas Islam Lamongan pada Rabu, 02 Oktober 2019 ini dihadiri seluruh mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Lamongan. Turut hadir pula jajaran Rektorat, Dekanat, serta tamu undangan dari dinas pendidikan dan juga dari Kemenag Lamongan.

Para peserta yang hadir sangat antusias dengan kegiatan ini, mengingat Tema yang diusung dalam kegiatan ini merupakan isu yang saat ini sedang ramai diperbincangkan, melihat situasi dan kondisi bangsa ini yang sedang mengalami banyak konflik SARA.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Islam Lamongan H. Bambang Eko Muljono, SH., M.Hum., MM mengungkapkan bahwa kegiatan kuliah umum ini sangat penting bagi kita semua, agar tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama masalah isu SARA.

“Indonesia merupakan Negara besar dengan segala Sumber daya Alam dan Sumber daya Manusia yang luar biasa, masyarakat di indonesia sangat menghargai keberagaman, berbeda dengan dulu ketika saya berada di Uni Soviet, dimana saya harus semunyi-sembunyi untuk sekedar beribadah ke Gereja”, Ujar Maryia Kelly dalam pemaparannya.

Maryia Kelly juga banyak bercerita pengalamannya selama dia hidup di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya ketika dia masih remaja.

Dirinya mengatakan bahwa saat ini toleransi kehidupan berbangsa dan bernegara di Amerika telah diatur dengan baik agar warga memiliki hak serta kebebasan dalam memilih dan memeluk agama sesuai dengan keyakinannya.

“Di Amerika sendiri saat ini Islam menjadi Agama terbesar ketiga Setelah Kristen dan Yahudi, saat ini banyak museum, pusat belajar, masjid dan bahkan Pondok Pesantren yang ada disana, hal ini tak terlepas dari peran para cendekiawan dan juga masyarakat muslim yang hidup di Amerika”, pungkasnya.

Salah satunya adalah Imam Shamsi Ali, seorang sarjana Muslim Indonesia yang tinggal di New York, dirinya mendirikan Pondok Pesantren pertama bernama Pondok Nusantara Madani USA yang terletak di Negara bagian Connecticut. Imam Shamsi Ali mengatakan bahwa dia tidak mengalami hambatan dalam membangun Pesantran tersebut di Amerika Serikat. Beliau mengatakan Pemerintah Daerah serta Masyarakat di Amerika Serikat sangat toleran dan membantu. Beliau juga menyebutkan bahwa konstitusi AS menjamin dan melindungi kebebasan beragama.

Indonesia dan Amerika adalah negara Demokrasi terbesar di Dunia nomor dua dan tiga, jika di Indonesia memegang teguh prinsip “Bhinneka Tunggal Ika”, begitu pula di Amerika yang menggunakan semboyan “E Pluribus Unum” dimana keduanya memiliki arti dan makna yang sama yaitu Kesatuan dalam Keberagaman. Ungkap Maryia Kelly dalam materi penutupnya.

penulis : M. Furqon Wahyudi

Editor : M. Yepta Adiarta

Publisher: M. Yepta Adiarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>